Direkt zum Hauptbereich

Perjalanan Rasa




Lama rasanya
Simpul ini tidak mengait
Bersama temali yang tak berujung

Lama rasanya
Ketika alur cerita beriringan bersama roda kendaraan yang kutumpangi
Ia tampak berputar sampai terhenti pada tujuan yang kuhendaki

Lama rasanya
Saat aku datang tidak dengan perasaan ini
Kala melihat jendela bersama musik dan lembar buku baru
Nampaknya lebih menarik dari sekadar secangkir kopi yang lama tak ku teguk

Aku teringat
Manakala rasa yang membawakan lelah
Ketika raga terus berjalan dan tersenyum
hanya karna melihat cemara yang seolah olah melambaikan batangnya di jalanan
Dan itu sama

Setiap kali aku mencari perjalanan baru
Rasaku sama dan selalu lama

Lama tuk tak mengagumi setiap eloknya jendela
Memang ia masih lama tak bisa menahan kata
yang tertautkan hingga mengalir menjadi rasa

Mungkin sekali lagi
Perjalananku akan ada yang lebih lama
Karna akan lebih banyak lagi rasa yang harus kutemukan bahkan kucari

Biarlah semua berjalan bersama irama yang ada
Untukku yang mencari dan menemukan jalan yang masih sama
Namun aku masih tau bagaimana not itu bersenada
Hingga aku temukan kunci tuk bersua

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya