Direkt zum Hauptbereich

Tak Kutemukan Kau





Jalanku bukan pada riwayat pencarianmu
Setelah kembali memutar pikir dan rangkanya
Menapaki setelahnya puluhan jalur baru yang tak diketahui tujuannya

Kataku tidak kutemukan pada semua kalimatmu
Setelah kubaca berulang dan menuntaskannya
Tuk kesekian kali
Tak terselipkan satu diksipun atas nama serupa
Dari nama yang slalu kucari

Pikirku selalu kembali
Terbawa pada satu imaji
Dari arah yang kutemukan dan kucari
dalam setiap catatan yang kutuliskan pada secarik kertas saja
Hanya memang mungkin sudah terlalu banyak guratan yang berulang
Sampai kini aku tak berujung kembali pada pangkal cerita

Aku hanyalah aku
Yang tak bisa memaksa alur menjadi terkendali
Lantas biarkan alam bergerak semestinya berjalan pada putaran rodanya
Seperti cerita hujan yang semakin deras
Saat kau tak keluhkan
Rintiknya terdengar merdu bukan

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya