Direkt zum Hauptbereich

Part III: Mengudara



Asap mengepul, menjalar keluar melalui celah
Beriringan mengehantam lalu langan angin
Mengudara, melepaskan setiap pekat hitamnya
Bebas melayang, berhamburan tak menentu


      Aku teringat kala doa yang pernah kupendam sebelumnya, pergi menembus langit dan kembali pada genggam dua tangan yang sedang menjulur terbuka. Doaku mengudara, memenuhi satu mimpiku yang sampai saat ini takan kulupa. Mungkin ada pula doa lainnya yang berjalan sama, mengalur sebuah rangkaian perjalanan panjang jauhnya sampai ia mengudara hingga menepi pada sang Pencipta.

      Beberapa kali aku lupa akan hal itu, doaku memang kubiarkan mengudara, tapi tidak dengan cara yang sama. Lewat tangan manusia harapanku disimpan dan terdiam sendirinya. Meski terkadang aku teringat cara lama, sebagai manusia diriku tak ayal pelupa. Membiarkan kejadian terus-terusan berulang pada tumpuan tanpa asa.

      Kali ini aku membiarkan apapun yang ada, berjalanan pada satu garis lurus yang aku harapkan. Seolah berharap takdir menemuinya di ujung perjalanan. 

Kommentare