Direkt zum Hauptbereich

Sabtu




Tangis, bahagia, rindu, kenangan

Segala rasa berada pada ujung jakarta

Tak terhitung lagi suara yang manusia dengar

Tuk kembali pulang atau pergi menjemput jalannya



Manusia berjumpa pada bandara

Menghilangnya ramai dalam sendu

Riuhnya pilu dalam aksara

Terkungkung kini di hari Sabtu



Inikah rasa menjemput takdir

Tak lepas tanda tanya menjumpai akhir

Justru ia semakin meraung

Hingga lepas tak terbendung



Bisa saja bandara lebih berharga daripada apa apa

Atau mungkin berubah tanpa arti

Dalam perjalanan manusia mencari makna


Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tak Kutemukan Kau

Jalanku bukan pada riwayat pencarianmu Setelah kembali memutar pikir dan rangkanya Menapaki setelahnya puluhan jalur baru yang tak diketahui tujuannya Kataku tidak kutemukan pada semua kalimatmu Setelah kubaca berulang dan menuntaskannya Tuk kesekian kali Tak terselipkan satu diksipun atas nama serupa Dari nama yang slalu kucari Pikirku selalu kembali Terbawa pada satu imaji Dari arah yang kutemukan dan kucari dalam setiap catatan yang kutuliskan pada secarik kertas saja Hanya memang mungkin sudah terlalu banyak guratan yang berulang Sampai kini aku tak berujung kembali pada pangkal cerita Aku hanyalah aku Yang tak bisa memaksa alur menjadi terkendali Lantas biarkan alam bergerak semestinya berjalan pada putaran rodanya Seperti cerita hujan yang semakin deras Saat kau tak keluhkan Rintiknya terdengar merdu bukan