Direkt zum Hauptbereich

Posts

Perjalanan Rasa (2)

Perjalanan untukku adalah sebuah pencarian Menari diantara harapan pada satu tujuan  Menanti apa dan semua yang bisa menjadi sesuatu Yang mungkin selalu kau rindukan Dalam perasaan yang tak pernah pasti Katakan mungkin aku merindu pada sebuah ruang Didapatinya jejak-jejak kecemburuan dalam dimensi yang berbeda Dari masa-masa yang tak pernah tampak Seolah waktu berputar tanpa logikanya Dan semua menjadi tak berarti tanpa bekas Jika kau selalu bertanya mencari makna Lantas sampai kapan "bagaimana" menjadi "karena" Aku dengan prinsip dan caranya Selalu tak tahu jika sebuah apabila adalah Penghubung pada banyaknya pikir yang tak kunjung selesai Kini aku menyadari bahwa aku hanyalah Seorang dengan penuh ketidaktahuan Berselimut penasaran yang menutupi Semua rasa yang bukanlah apa-apa Bersama kata-kata yang menjadi alasan Aku harus berjalan

Perjalanan Kereta

  Dari balik kaca kereta Lanskap terbentang Sekilas panorama Tergambarkan sebab cahaya Dari lampu kereta Delapan rangkai kereta Membawa manusia mengejar nasibnya Asa dengan kecemasan Bimbang beserta kegembiraan Menyambut waktu-waktu di lain masa Persamaan dari semua hanyalah satu Seolah semua tampak sibuk dengan sendirinya Atau hanya sebatas menampakkan bahwa mereka itu sibuk Penegasan dengan tatapannya tanpa henti dari layar gawai Tanpa memperdulikan tatapan pada sudut lain

Aku dan Kisahku

  Apa aku akan menangis seperti halnya orang lain Tak diurainya rasa yang menghilang ditelan waktu Seakan-akan aku adalah manusia paling kesepian Berharap kesempatan mendatangiku tuk kesekian kali Aku adalah aku Menumbuhkan menjadi tetap aku Sampai aku tidak ada lagi dalam aku Sebab waktu telah membawaku Bagaimana cerita dari kisah seorang aku Akankah kehilangan itu tak menjadi beban Hidup dalam rasa penyesalan Dalam aku yang tak pernah mengerti aku Kebingungan mengembalikan aku pada pertanyaan Mencari makna hidup itu sendiri Atau sampai akhir cerita nanti Tanya adalah teman nyata hidup seorang aku

Tanpa Penyesalan

Jika kau menanyai Apa yang menjadi cita-citaku Aku pikir itu jawaban yang sederhana saja Mudah bagiku tuk sekedar menemui jawabnya Aku bermimpi menjadi seseorang Yang aku pikir semuanya pun sama Dengan kata yang dikonotasikan Seorang manusia Sudahkah kau menemui jawaban atas tujuan hidup Setiap harinya kita menggeluti pikir Atas kuasa pada diri kita sendiri Dan memaafkannya lagi dan lagi Bolehkah aku katakan tentang cita-cita sederhana ini Dari aku yang ingin mati Tanpa ada satupun penyesalan Dan tanpa melewatkan setiap waktu ini untuk menyesal Tentang aku di masa lalu

Berhenti Pada Manusia

  Pernahkah kau berada diantara keramaian Tapi kau tak mendapati dirimu di sana Nyatanya kau justru terlempar jauh dari semestinya Menemukan bahwa kau bukan manusia Diantara manusia Kau sebutkan hidup adalah perjalanan? Lalu, apa yang kau maknai dengan perjalanan itu? Setiap harinya kau mesti bergerak memutar roda Menyeka keringat diantara keningmu Sekedar hanya untuk memenuhi hasrat Sebagai manusia Nyatanya kita tak bergerak dalam perjalanan Kita bergerak dalam pikiran Menyelami luasnya ruangan itu  Berusaha mencari jawaban Tentang mengapa yang selalu menjadi tanya Tanya pada manusia Sudahi saja aku berhenti di sini Kau tak perlu bertanya lagi Tapi kurasa kurasa kau tak akan peduli Mengapa sebagian orang tak kembali bermimpi Tak dipedulikannya kesempatan atau waktu Dan tak berharap lagi pada manusia

Apa Kabarnya Cinta

  Apa kabarnya cinta? Masihkah ia ada disana? Tersisakah untukku sedikit saja Atau tak ada lagi rupanya Apa kabarnya cinta? Harapan menumpuk padanya Menanti tuan putri dalam jalur pencariannya Sementara sang pangeran berkuda terus menapaki langkahnya Apa kabarnya cinta? Bisakah waktu berputar sampai tiba masa itu? Membuang semua kedilemaan Serta kekhawatiran tentang dimanakah cinta Apa kabarnya cinta? Atau sudahkah tak ada lagi rasa dan tanya? Tak ada lagi kecemasanmu Tentang bagaimana cinta Seorang putus asa berkata: Cinta hanyalah sia-sia Dan hanya omong kosong saja Jangan kau percaya Atau kau akan selalu berharap Dan berdiri menanti ketidakpastian Seorang lainnya mendebatnya Manusia dilahirkan dengan cinta Begitupun kau dan aku Kaulah buah dari birahi dan cinta Atau serta alasannya Kau tumbuh bersama cinta Sebab caramu meminta cinta Itulah cinta Cinta katanya sebuah karya seni Estetika dari keagungan sang Maha Kuasa Etika dari norma-norma manusia yang tervalidasi Dengan nilai pe...

Fana (2)

Sadarkah kau kan mati? Atau tampaknya semua hanyalah kecemasan pada pikiranku ini semata? Aku tahu ku kan mati Sekian lamanya aku berpijak di bumi Menjadi dewasa dan berharap tua Hidupku tampak kan baik-baik saja Tak bosankah kau selama ini? Atau lagi-lagi ini hanya sebuah rasa Hasil dan cara berkontemplasi Pada diriku yang rumit dan tak sederhana Apa kau tahu fana? Atau kau hanya berpura-pura tak mengenalnya Ya, fana memang sebuah dilema Ia memaksamu berada dalam keterpilihan Yakinkah kau hanya sebilah daging yang fana Kan terlepas jiwamu dan membusuk ragamu Tenggelam bersama waktu Lalu nisanmu tak terguratkan dan tak berbekas