Direkt zum Hauptbereich

Perjalanan Rasa (2)


Perjalanan untukku adalah sebuah pencarian

Menari diantara harapan pada satu tujuan 

Menanti apa dan semua yang bisa menjadi sesuatu

Yang mungkin selalu kau rindukan

Dalam perasaan yang tak pernah pasti


Katakan mungkin aku merindu pada sebuah ruang

Didapatinya jejak-jejak kecemburuan dalam dimensi yang berbeda

Dari masa-masa yang tak pernah tampak

Seolah waktu berputar tanpa logikanya

Dan semua menjadi tak berarti tanpa bekas


Jika kau selalu bertanya mencari makna

Lantas sampai kapan "bagaimana" menjadi "karena"

Aku dengan prinsip dan caranya

Selalu tak tahu jika sebuah apabila adalah

Penghubung pada banyaknya pikir yang tak kunjung selesai


Kini aku menyadari bahwa aku hanyalah

Seorang dengan penuh ketidaktahuan

Berselimut penasaran yang menutupi

Semua rasa yang bukanlah apa-apa

Bersama kata-kata yang menjadi alasan

Aku harus berjalan

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tak Kutemukan Kau

Jalanku bukan pada riwayat pencarianmu Setelah kembali memutar pikir dan rangkanya Menapaki setelahnya puluhan jalur baru yang tak diketahui tujuannya Kataku tidak kutemukan pada semua kalimatmu Setelah kubaca berulang dan menuntaskannya Tuk kesekian kali Tak terselipkan satu diksipun atas nama serupa Dari nama yang slalu kucari Pikirku selalu kembali Terbawa pada satu imaji Dari arah yang kutemukan dan kucari dalam setiap catatan yang kutuliskan pada secarik kertas saja Hanya memang mungkin sudah terlalu banyak guratan yang berulang Sampai kini aku tak berujung kembali pada pangkal cerita Aku hanyalah aku Yang tak bisa memaksa alur menjadi terkendali Lantas biarkan alam bergerak semestinya berjalan pada putaran rodanya Seperti cerita hujan yang semakin deras Saat kau tak keluhkan Rintiknya terdengar merdu bukan

Sabtu

Tangis, bahagia, rindu, kenangan Segala rasa berada pada ujung jakarta Tak terhitung lagi suara yang manusia dengar Tuk kembali pulang atau pergi menjemput jalannya Manusia berjumpa pada bandara Menghilangnya ramai dalam sendu Riuhnya pilu dalam aksara Terkungkung kini di hari Sabtu Inikah rasa menjemput takdir Tak lepas tanda tanya menjumpai akhir Justru ia semakin meraung Hingga lepas tak terbendung Bisa saja bandara lebih berharga daripada apa apa Atau mungkin berubah tanpa arti Dalam perjalanan manusia mencari makna