Direkt zum Hauptbereich

Just alive

 


Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca
Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat
Banyak lagi irama yang tak terdengar
Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap

Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar
Berotasi pada detik waktu yang terus berporos
Meninggikan matahari dan lalu
Menutupnya dengan malam yang gelap

Dewasa kini hidup dengan rutinitas
Seolah menjadi perangkap yang tak berujung
Mendebatkan sisi idealis dan realis
Lalu memberinya ruang kenyataan

Apakah kini sesulit ini untuk bercerita?
Seolah tak ada ruang untuknya bersandar
Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah
Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan

Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan
Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik
Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya
Dan sialnya ia harus tetap memikulnya


Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati