Direkt zum Hauptbereich

Apa Kabarnya Cinta

 



Apa kabarnya cinta?

Masihkah ia ada disana?

Tersisakah untukku sedikit saja

Atau tak ada lagi rupanya


Apa kabarnya cinta?

Harapan menumpuk padanya

Menanti tuan putri dalam jalur pencariannya

Sementara sang pangeran berkuda terus menapaki langkahnya


Apa kabarnya cinta?

Bisakah waktu berputar sampai tiba masa itu?

Membuang semua kedilemaan

Serta kekhawatiran tentang dimanakah cinta


Apa kabarnya cinta?

Atau sudahkah tak ada lagi rasa dan tanya?

Tak ada lagi kecemasanmu

Tentang bagaimana cinta


Seorang putus asa berkata:

Cinta hanyalah sia-sia

Dan hanya omong kosong saja

Jangan kau percaya

Atau kau akan selalu berharap

Dan berdiri menanti ketidakpastian


Seorang lainnya mendebatnya

Manusia dilahirkan dengan cinta

Begitupun kau dan aku

Kaulah buah dari birahi dan cinta

Atau serta alasannya

Kau tumbuh bersama cinta

Sebab caramu meminta cinta

Itulah cinta


Cinta katanya sebuah karya seni

Estetika dari keagungan sang Maha Kuasa

Etika dari norma-norma manusia yang tervalidasi

Dengan nilai permatapun tak sama


Namun, bisakah kau jelaskan cinta

Hanya dengan seutuh kalimat tanpa merasa?

Aku tahu kau hanya bisa menghadirkan cinta

Tanpa sebuah pikir logika

Sebab cinta tak bekerja sama dengannya

Kau telah bodoh karena cinta


Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya