Direkt zum Hauptbereich

Posts

Tanpa Penyesalan

Jika kau menanyai Apa yang menjadi cita-citaku Aku pikir itu jawaban yang sederhana saja Mudah bagiku tuk sekedar menemui jawabnya Aku bermimpi menjadi seseorang Yang aku pikir semuanya pun sama Dengan kata yang dikonotasikan Seorang manusia Sudahkah kau menemui jawaban atas tujuan hidup Setiap harinya kita menggeluti pikir Atas kuasa pada diri kita sendiri Dan memaafkannya lagi dan lagi Bolehkah aku katakan tentang cita-cita sederhana ini Dari aku yang ingin mati Tanpa ada satupun penyesalan Dan tanpa melewatkan setiap waktu ini untuk menyesal Tentang aku di masa lalu

Berhenti Pada Manusia

  Pernahkah kau berada diantara keramaian Tapi kau tak mendapati dirimu di sana Nyatanya kau justru terlempar jauh dari semestinya Menemukan bahwa kau bukan manusia Diantara manusia Kau sebutkan hidup adalah perjalanan? Lalu, apa yang kau maknai dengan perjalanan itu? Setiap harinya kau mesti bergerak memutar roda Menyeka keringat diantara keningmu Sekedar hanya untuk memenuhi hasrat Sebagai manusia Nyatanya kita tak bergerak dalam perjalanan Kita bergerak dalam pikiran Menyelami luasnya ruangan itu  Berusaha mencari jawaban Tentang mengapa yang selalu menjadi tanya Tanya pada manusia Sudahi saja aku berhenti di sini Kau tak perlu bertanya lagi Tapi kurasa kurasa kau tak akan peduli Mengapa sebagian orang tak kembali bermimpi Tak dipedulikannya kesempatan atau waktu Dan tak berharap lagi pada manusia

Apa Kabarnya Cinta

  Apa kabarnya cinta? Masihkah ia ada disana? Tersisakah untukku sedikit saja Atau tak ada lagi rupanya Apa kabarnya cinta? Harapan menumpuk padanya Menanti tuan putri dalam jalur pencariannya Sementara sang pangeran berkuda terus menapaki langkahnya Apa kabarnya cinta? Bisakah waktu berputar sampai tiba masa itu? Membuang semua kedilemaan Serta kekhawatiran tentang dimanakah cinta Apa kabarnya cinta? Atau sudahkah tak ada lagi rasa dan tanya? Tak ada lagi kecemasanmu Tentang bagaimana cinta Seorang putus asa berkata: Cinta hanyalah sia-sia Dan hanya omong kosong saja Jangan kau percaya Atau kau akan selalu berharap Dan berdiri menanti ketidakpastian Seorang lainnya mendebatnya Manusia dilahirkan dengan cinta Begitupun kau dan aku Kaulah buah dari birahi dan cinta Atau serta alasannya Kau tumbuh bersama cinta Sebab caramu meminta cinta Itulah cinta Cinta katanya sebuah karya seni Estetika dari keagungan sang Maha Kuasa Etika dari norma-norma manusia yang tervalidasi Dengan nilai pe...

Fana (2)

Sadarkah kau kan mati? Atau tampaknya semua hanyalah kecemasan pada pikiranku ini semata? Aku tahu ku kan mati Sekian lamanya aku berpijak di bumi Menjadi dewasa dan berharap tua Hidupku tampak kan baik-baik saja Tak bosankah kau selama ini? Atau lagi-lagi ini hanya sebuah rasa Hasil dan cara berkontemplasi Pada diriku yang rumit dan tak sederhana Apa kau tahu fana? Atau kau hanya berpura-pura tak mengenalnya Ya, fana memang sebuah dilema Ia memaksamu berada dalam keterpilihan Yakinkah kau hanya sebilah daging yang fana Kan terlepas jiwamu dan membusuk ragamu Tenggelam bersama waktu Lalu nisanmu tak terguratkan dan tak berbekas

Sepenggal Kisah Manusia

  Cerita tentang seorang manusia Yang berjalan menelusuri cahaya mentari Mencari ia suatu makna yang diterimanya Sampai pada malam tak menyisakannya Sekelompok dari kita berlomba di atas dunia Berharap, bersimpuh, berdoa dan meminta Dan sampai tiba ia menguatkan hatinya di suatu masa Tuk menerima takdir dan apa yang kita sebut kenyataan Benarkah kita berupaya mencari mimpi  Atau hanya membenarkan sebuah dogma Pada pikiran yang hampa tanpa dosa Lalu hidup hanya dalam spekulasi kata Sadarkah kita yang haus pujian Dan bersembunyi dibalik alasan Bangga bahwa itu kita sebut tujuan Dengan lantang disuarakan Kesedihan adalah sebuah jalan Dalam bijak kita melihatnya seperti satu kesempatan tuk merenung Dalam keterpurukan itu tampak hanya kebuntuan Seolah tak ada lagi mimpi atau harapan Semua dari kita hanya pandai merangkai kata-kata Dan terkadang hidup dalam konteks berpura-pura Membohongi rasa tuk sebuah sanjungan Atau itukah memang jalan yang kita cari-cari Sanggupkah kita berdiri ...

Tanyaku

  Tanyaku pada waktu Adalah sekumpulan parafrasa Dalam sebait paragraf Tentang sesuatu keresahan Tanyaku pada rasa Mengaitnya untaian dialektika Logika menjadi tumpul Sebab rasa adalah tentang meragu Tanyaku pada sore Ia yang tak mau melepas rindu Menguburkan sunyi dalam jingga Mengobarkan asmara diantara anak manusia Tanyaku tak berhenti sampai hari ini Ia datang sejak kemarin dan takkan pergi sampai esok hari Tanyaku merangkai menjadi cerita Cerita tentang manusia dan tanya

Teka-teki

  Kini, kau membingkaikan Sebuah jalan dalam ruang dimensi Dari alur yang tersematkan bersama sesuatu yang kau lukiskan Pikiran dogmatis yang kau yakini Tertaut pada parafrasa Manusia hanya berencana Tuhan menentukkan Lantas bagaimana dengan literal dan satu semantisme Yang kau artikan melalui majas serta silogisme Seringkali kita menuntut Tugan Berharap pada kuasaNya Apa-apa yang berdasar idealisme Sempatkah kau menghitungnya, Sudah berapa? Mungkin kau berlaku biasa saja Bahkan berpura-pura lupa Menganggap sedang semua sewajarnya Kau sebagai hamba dan tugasmu meminta saja Kembali menepi lewat tanya Dengan judul teka-teki Apa yang kali ini kau minta Sampai masa-masa datang membawa Jawabanmu