Direkt zum Hauptbereich

Salahkah Jika Aku Benci



Sumber Gambar: Google

 

Salahkah aku membencimu?

Bahkan saat aku hendak memulai

Aku takut akan rasa itu

Aku bodoh

 

Maksudku hanya mencari perhatianmu

Tidak dengan bermaksud aku menyebarkan

Ujaran ujaran kebencian

 

Aku hanya merasa bahwa semua tidak adil

Sebab yang kau katakan bahwa aku adalah orang

Yang selalu ada pada sisi sebelahmu

Tergantikan dengan dia yang kau mau

 

Aku lelah dengan mengalah

Sampai pikirku kalap pada malam

Membayangkan apa apa

Yang tidak mestinya kau beritakan

 

Mungkin aku akan memulai membencimu

Jika pikirku itu lebih baik

Untuk tidak mencintaimu lagi

Bahkan aku pikir apakah aku mencinta

Pada dirimu yang sebenarnya tidak membalaskannya

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya