Direkt zum Hauptbereich

Belum Selesai



Ada yang tertanam dekat pada uraian makna yang jauh
Ada makna jauh yang jauh terbenam bersama kata
Ada kata yang terpenggal dan disebutnya rindu
Ada rindu yang hanya mengapung
Mengeras, menguap sampai ia terurai oleh hujan

Manusia berlarian mencari jawaban yang sepadan
Seakan garis hidupnya tergerus bersama arus filosofis
Dan kata, ia yang akan selalu menghidupi
Meski rangkanya tak pernah sama dan berjalan dinamis

Setiap kali, manusia selalu menyebut dirinya lebih keras
Jika dibandingkan hal lainnya
Meski pada kesempatan lainnya
Hanya merunduk tanpa kata
Tertegun dan menelan rasa yang telah pait ditelannya

Sisakan jiwa pada sesaknya kota
Sejauh kesempatan mentari bertransformasi
Menjadi kilauan cahaya yang berbeda
Yang acapkali kita puja dan dikenang dalam senja

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya