Direkt zum Hauptbereich

Mengungkapkan Garis Makna Pada Setiap Kata





Pada kata aku menyampaikan rasa
Dengan kata aku membagi cerita
Bersama kata aku berkarya
Menyimpulkan suatu asa dalam rangkainya

Jauh sebelum aku pandai bicara
Tanpa suatu pola yang terangkaikan manisnya majas
dan tertautkan
Riuh piluh tergabung utuh
Menjadi sesuatu yang tergambarkan
Bahwa kita tidak lebih dari hanya satu tanda baca
Berdiri setelah koma, lalu tanda tanya menanti di ujung kalimat sana
Tanpa tahu kapan titik akan tiba pada waktunya

Rangkaian kata dengan hanya sebatas ujung vokal yang sama
Bukan hanya menjelaskan garis rima yang berirama

Tapi kurangkum dalam sebuah larik
Yang menjelaskan aku kini banyak berbicara
Melalui kata yang dalam setiap helaiannya
Aku sisipkan beragam makna

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya