Direkt zum Hauptbereich

Cerita Yang Berperan


Pada beberapa cerita, seorang tokoh bermain peran

Tampak ia tersipu malu dengan perannya

Yang dirasa ia sulit untuk memainkannya

Malu memang katanya

Hanya ada rasa kaku yang menyelimuti pikirnya


Ucapnya terdengar terbata-bata

Bahkan untuk sedikit melafalkan abjad saja

Ia harus mandi dengan keringat di dahinya

Bekerja dan berusaha menghayati perannya


Akhirnya iapun berusaha

Memaknai kata yang keluar dengan sendirinya

Merasakan maknanya alur cerita yang berbeda

Meresapi rasa yang mengulang pada harinya


Dan ..

Hanya ada satu rasa sama yang selalu terbawa

Yang kadang tak bisa diartikan oleh logika

Silahkan bermakna


Dan ..

Silahkan hidup dengan bercerita

Cerita yang kadang banyak yang tidak kita suka

Pada cerita sendiri yang kita mainkan sendiri peran itu



Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya