Direkt zum Hauptbereich

Fotografi


Sedikit mau cerita tentang fotografi, hobi yang uda gue suka dari zaman SMA. Nahhh, waktu itu gue sempet bikin bisnis dari situ fotografi outdoor gitulah pokonya sampe rasanya manis asam dari dunia fotografi yang sempet vakuum di hidup gue lumayan variatiflah pokonya. Tapi asik banget loh sama fotografi itu kita bisa ekspresiin apa yang kita rasa atau apa yang kita suka lewat satu momen yang terangkap di satu lensa.



Sekarang-sekarang gue lebih suka moto itu sebagai sarana ekspresi aja, banyak juga sebenernya yang minta buat motoin, buat prewed-lah atau hunting outdoor gitu. Cuma gatau kenapa males aja, lagi gamau ada challenge aja. Mungkin so nyibukin diri sama kegiatan sekarang hahaha. Excuse sih!



Daannn, foto-foto yang gue ambil itu cuma hal-hal sekitar dan atau kegiatan sehari-hari aja simpel gamau ribet. Karna yang gue pake lensa tele makro jadi lebih asik aja buat ambil foto bokeh atau dengan konsep "rule of third" nya itu.

Jadi sambil gue nulis sekarang ini, mencoba untuk lebih memproduktifkan diri sambil nulis puisi, taking some pictures gitulah pokonyaa sambil ngasikin diri aja daripada banyak gabutnya kwkw. Gitu aja deh ahha pokonya mahh. Happy Weekend!!!

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya