Direkt zum Hauptbereich

Posts

Perjalanan

  Lalu lintas ramai menutupi kebingungan pada pencarian Aku yang berada di tengah titik jalan Menepi daripada kebisingan Mencoba mencari pikir lain dengan menyelam pada bacaan Menelisik kata tiap halaman Memahami makna dalam kata yang tertuang Aku pikir tanya hanya kutemukan Pada tanda bacanya saja Tapi ia mengandai di semua titik Perjalanan mengarahkanku pada satu sudut Seolah memberi ruang untuk jeda Menguraikan setiap buku yang kubawa Membiarkan kopi menjelajahi rongga

Djakarta

  Ibu kota Sang pembawa segalanya Bagi sebagian manusia yang menganggapnya Perwujudan pengabulan dari mimpi Djakarta Membawa lari manusia dengan segala mimpinya Menggiring bentuk makna opini Abstraksi dan semua yang berada disekelilingnya Tak ada tabu Semua hanya pilihan dalam cengkraman Atau pada pikiran yang mendasar Bahkan pada ego yang melambung

Senja di Menganti

  Lantas aku memulai perjalanan minggu lalu dengan pertanyaan yang selalu muncul tentang bagaimana dan apa tujuanmu itu sebenarnya. Pertanyaan yang terbawa pada perjalanan jauh, meskipun tidak lebih jauh dari perjalanan lainnya yang pernah aku rasakan. Perjalanan panjang yang menyenangkan, meskipun sebagian lainnya terlihat melelahkan. Namun, bukankah kita semua menyukai setiap perjalanan? Sepanjang apapun, selama apapun, perjalanan selalu membawa kita menuju hal baru yang membawa pada imajinasi berbeda. Perjalanan lain biasanya kerap mengantarku pada kata-kata yang kususun rapi menjadi sebuah puisi. Rangkai cerita dari apa yang terlihat dan dirasa dibalik episode pada alurnya. Lalu mengapa banyaknya kata yang tertanam itu tak mengalir menjadi bait-bait layaknya cerita di hari sebelumnya. Rasa itu hanya menjadi satu waktu yang diberi nama jeda. Jeda yang menjadi alasan atas tak kembalinya semua keramaian pemikiran dan perasaan. Diujung perjalanan minggu lalu itu, jalan mengajakku p...

Mencari Jawaban

  Mungkin aku masih harus terus berjalan lurus Sedikit berkelok Menukik dan menanjak Tuk menemukan garis akhir dimana aku harus berdiri   Mungkin aku masih harus membaca ratusan buku banyaknya Menelisik setiap lembar halaman yang kubuka Tuk menemukan jawaban yang tepat Dengan banyaknya tanya yang aku dapati   Mungkin aku masih harus menulis ribuan kata Merangkainya menjadi satu bagian yang utuh Tuk menemukan rupa kalimat atau frasa   Mungkin aku harus masih berjalan Sampai kutemukan jawaban

Percakapan Antara Ruang, Waktu, Rindu dan Aku

Ilustrasi Gambar: Google Aku tengah berdiskusi Bersama ruang dan waktu Berbicara mengenai rindu Bolehkah? Rindu yang baru saja pergi Tetibanya datang kembali Tanpa tak terduganya Dengan membawa cerita Aku rindu Atau mungkin kau Benar aku tengah rindu Tapi bukan berarti Kau tak boleh pergi Aku hanya ingin menuliskan puisi tentang rindu Membicarakan bagaimana ia menuntunku pada waktu  Masa yang tlah lalu dan entah berada di ruang yang mana Aku hanya rindu Saat kau menangis terisak bercerita dan bersandar pada pundak kiriku Lalu aku menyeka matamu dan berkata Tenang saja ada aku Aku juga rindu Saat aku berada di pundakmu Bertingkah laku layaknya seorang anak Yang berada dipangkuan ibunya Rindu mungkin ingin meminta waktu Memutar balikkan semua yang tlah lalu Tapi aku tahu Waktu mustahil sudi itu untuk itu Waktu hanya tertawa melihat itu Tidakkah kau sadar rindu Waktu ku bukan lagi tentang rindu Dan mengubah semuanya Waktuku ada untuk bagaimana nantinya Dan ruang hanya tersenyum Rindu...

Hi Malam

Hi malam Lama rasanya kita tak bersua Meski kau selalu datang Sekalipun aku tak menyambutmu lagi Bahkan tidak dengan membalasa senyummu Hi malam Semenjak terakhir kalinya Bercerita di teras rumah Mengutarakan banyaknya perkara Hi malam Mungkin kau rindu Atau mungkin aku yang rindu Hi malam Kau selalu datang membawa hujan Apa yang kau rasa Hanya dinginnya angin darimu Tanpa ada satupun kata Hi malam Aku tulis puisi ini untukmu Untuk waktu yang sangat aku nikmati Menatap lampu kota yang kau hamparkan Menyibat rembulan di tengah kerumunan awan hitam Hi malam Nanti aku cerita banyak hal lagi Hanya kau aku dan mungkin angin Menuliskan puisi sampai berpuluh puluh kali Atau mungkin banyak hal lainnya Hi malam Aku janji Nanti Kita bertemu lagi

Cerita Kegelisahan

  Sumber Gambar: Google Hujan mengetuk dibalik jendela Menghampiri untuk bertanya Tentang apa kabar soremu hari ini Apa semuanya baik saja?   Hari ini rintiknya membawa cerita pilu Bukan cerita tentang kesedihan Yang membawa pada perasaan Tidak karuan   Kali ini hujan membawa kegelisahan Mempertanyakan banyak hal Yang tak punya jawaban Tentang apa apa   Aku pikir hari ini Perasaanku dilanda banyak kebingungan Dari banyak perkara Yang mungkin belum sempat kuselesaikan Lantas datang menghantui