Direkt zum Hauptbereich

Hi Malam




Hi malam

Lama rasanya kita tak bersua

Meski kau selalu datang

Sekalipun aku tak menyambutmu lagi

Bahkan tidak dengan membalasa senyummu


Hi malam

Semenjak terakhir kalinya

Bercerita di teras rumah

Mengutarakan banyaknya perkara


Hi malam

Mungkin kau rindu

Atau mungkin aku yang rindu


Hi malam

Kau selalu datang membawa hujan

Apa yang kau rasa

Hanya dinginnya angin darimu

Tanpa ada satupun kata


Hi malam

Aku tulis puisi ini untukmu

Untuk waktu yang sangat aku nikmati

Menatap lampu kota yang kau hamparkan

Menyibat rembulan di tengah kerumunan awan hitam


Hi malam

Nanti aku cerita banyak hal lagi

Hanya kau aku dan mungkin angin

Menuliskan puisi sampai berpuluh puluh kali

Atau mungkin banyak hal lainnya


Hi malam

Aku janji

Nanti

Kita bertemu lagi

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya