Direkt zum Hauptbereich

Posts

Percakapan Antara Ruang, Waktu, Rindu dan Aku

Ilustrasi Gambar: Google Aku tengah berdiskusi Bersama ruang dan waktu Berbicara mengenai rindu Bolehkah? Rindu yang baru saja pergi Tetibanya datang kembali Tanpa tak terduganya Dengan membawa cerita Aku rindu Atau mungkin kau Benar aku tengah rindu Tapi bukan berarti Kau tak boleh pergi Aku hanya ingin menuliskan puisi tentang rindu Membicarakan bagaimana ia menuntunku pada waktu  Masa yang tlah lalu dan entah berada di ruang yang mana Aku hanya rindu Saat kau menangis terisak bercerita dan bersandar pada pundak kiriku Lalu aku menyeka matamu dan berkata Tenang saja ada aku Aku juga rindu Saat aku berada di pundakmu Bertingkah laku layaknya seorang anak Yang berada dipangkuan ibunya Rindu mungkin ingin meminta waktu Memutar balikkan semua yang tlah lalu Tapi aku tahu Waktu mustahil sudi itu untuk itu Waktu hanya tertawa melihat itu Tidakkah kau sadar rindu Waktu ku bukan lagi tentang rindu Dan mengubah semuanya Waktuku ada untuk bagaimana nantinya Dan ruang hanya tersenyum Rindu...

Hi Malam

Hi malam Lama rasanya kita tak bersua Meski kau selalu datang Sekalipun aku tak menyambutmu lagi Bahkan tidak dengan membalasa senyummu Hi malam Semenjak terakhir kalinya Bercerita di teras rumah Mengutarakan banyaknya perkara Hi malam Mungkin kau rindu Atau mungkin aku yang rindu Hi malam Kau selalu datang membawa hujan Apa yang kau rasa Hanya dinginnya angin darimu Tanpa ada satupun kata Hi malam Aku tulis puisi ini untukmu Untuk waktu yang sangat aku nikmati Menatap lampu kota yang kau hamparkan Menyibat rembulan di tengah kerumunan awan hitam Hi malam Nanti aku cerita banyak hal lagi Hanya kau aku dan mungkin angin Menuliskan puisi sampai berpuluh puluh kali Atau mungkin banyak hal lainnya Hi malam Aku janji Nanti Kita bertemu lagi

Cerita Kegelisahan

  Sumber Gambar: Google Hujan mengetuk dibalik jendela Menghampiri untuk bertanya Tentang apa kabar soremu hari ini Apa semuanya baik saja?   Hari ini rintiknya membawa cerita pilu Bukan cerita tentang kesedihan Yang membawa pada perasaan Tidak karuan   Kali ini hujan membawa kegelisahan Mempertanyakan banyak hal Yang tak punya jawaban Tentang apa apa   Aku pikir hari ini Perasaanku dilanda banyak kebingungan Dari banyak perkara Yang mungkin belum sempat kuselesaikan Lantas datang menghantui

Tentang Rasa

  Dari aku yang sedang berjalan Menelusuri setiap ruang Dan jalanan Pada persimpangan ketidaktahuan   Perjalanan bersama sesuatu Yang tunggal dan semu Adalah suatu jalan Yang kusebut rasa   Mungkin rasa itu akan berubah Pada situasi yang ku jumpai Dan terangkumkan oleh kata Pada banyaknya halaman yang terguratkan   Sebagian rasa Dan sebagian rasa Mungkin terlihat sukar Untuk diartikan Karna mungkin itu rasa yang sedang kubaca   Namun mungkin saja Kata-kata itu akan mudah dibaca Bersama rasa yang berbeda Di halaman lain berikutnya

Salahkah Jika Aku Benci

Sumber Gambar: Google   Salahkah aku membencimu? Bahkan saat aku hendak memulai Aku takut akan rasa itu Aku bodoh   Maksudku hanya mencari perhatianmu Tidak dengan bermaksud aku menyebarkan Ujaran ujaran kebencian   Aku hanya merasa bahwa semua tidak adil Sebab yang kau katakan bahwa aku adalah orang Yang selalu ada pada sisi sebelahmu Tergantikan dengan dia yang kau mau   Aku lelah dengan mengalah Sampai pikirku kalap pada malam Membayangkan apa apa Yang tidak mestinya kau beritakan   Mungkin aku akan memulai membencimu Jika pikirku itu lebih baik Untuk tidak mencintaimu lagi Bahkan aku pikir apakah aku mencinta Pada dirimu yang sebenarnya tidak membalaskannya

Jeda

                                                                   Sumber Gambar: Google Percuma saja menggerutu Manusia akan jemu dengan sendirinya Berjalan bersama waktu Seolah ia menusuk dan menghancurkan Bukankah itu proses?   Waktu memberimu celah Dan perasaan memberimu keberagaman Sementara Jangan hanya berpikir bahwa manusia hanya memberimu ketidakpastian   Lantas aku yang berdiri dengan ketidaktahuan Dan kegagapan Mencari-cari alasan Bagaimana semuanya untuk tidak mesti berjalan Atau ia berjalan dengan baik-baik saja   Mungkin Berikanlah jeda tuk saat ini Bisa saja Tapi hanya ada tanpa baca titik sesampainya Tidak terpikirkan bagaimana merangkai kalimat lanjutannya

Aku Berjalan

                                            Sumber Gambar: Google   Aku pengembara Tak tahu arah yang dituju Tak mencerminkan pula Kemana tempat tuk pulang Aku tersesat dalam haluan Yang menghubungkan jalan Dari satu persimpangan Dan aku berada di tengahnya