Direkt zum Hauptbereich

Cerita Tanda dan Tanya

 



Lagi dan kini, kembaliku ingin mengungkap tanya

Tuk kesekian kali sejak terakhir ku mengajukannya

Mengapa hidup ini selalu dipenuhi tanya dan tandanya

Atau mungkin aku terlalu bodoh memahaminya


Lantas kini aku berada dalam lingkaran ketidakpahaman

Saat pikir ini dipenuhi mengapa dan mengapa

Semesta seakan menarik semua ke dalam ruang hitam

Yang tanpa seorangpun menjumpai jawaban diujungnya


Berdiri dengan perasaan yang tak menentu

Seolah bagian dari pembiasaan dalam frasa rutinitas

Apakah itu sebuah ketidakadilan yang terbungkus majas hiperbola?

Pembiasaan itu cukup lantang menegaskan tidak


Kau mungkin sering mendengar kalimat ini:

"Kamu hanya kurang bersyukur saja"

Namun, akal ini tak melihatnya dengan logika

Terlalu mudah jika ku sebut "tak bersyukur" itu


Jika memang hakikat hidup tentang perjalanan

Sudah tentu Tuhan memberi bagian ini ke dalam sebuah masa

Waktu yang perlu kau habiskan dengan renungan

Pikiranmu mungkin lelah, tapi tak berarti kau payah


Irama musik dan tulisan ini semakin membawaku jauh terbawa arus

Ke dalam hempasan napas menjumpai makna

Pun ku sendiri memang tak mampu menjawab tiap kali ku bertanya

Biarlah tanya ini hidup dalam kata

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya