Direkt zum Hauptbereich

Satu Hari Nanti



Andai pada satu hari nanti
Saat semua yang  berada di sisi
Pergi berlalu dan tak dapat berhenti

Satu hari nanti
Jiwa ini kan merasakan mati
Satu hal yang takkan pernah bisa dihindari
Satu hal yang tak bisa kau enggani

Satu hari nanti
Saat orang yang kau sayangi pergi
Akankah kau mampu berdiri tegak
Tanpa merintih satupun bulir air mata

Satu hari nanti
Saat suara yang kau sering dengar
Tak pernah terngiang pada telinga dan pikirmu
Hanya ada sepi
Pada setiap detiknya yang kau jalani

Satu hari nanti
Saat pelukan kasih sayangi
Yang kau rasa semasa kau bayi
Tak pernah ada tuk menguatkan perasaan hati

Satu hari nanti
Saat nama yang ada hanya terukir pada sebuah prasasti
Menandakan kenangan itu pernah hidup
Menemani perjalanan yang kau hadap

Waktu terus beputar setiap detiknya
Berputar kedepan hingga satu detik
Detik di ujung hari
Pada satu tanda yang tak semua orangpun tahu

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya