Direkt zum Hauptbereich

Di Balik Pergerakan Satu Langkah



Pada langkah yang berjalan mundur

Ia mampu tertatih walau terjegal kerikil dan pasir

Pada waktu yang berputar ke belakang

Ia mampu mematahkan detaknya

Walau waktu terhenti sejenak


Satu dari sepersekian langkah yang berjalan

Beberapa langkah terlihat berjalan mundur

Tak peduli kaki pada kerikil yang bertaburan

Langkah itu langkah yang cukup menghantarkannya

Tak terlihatkan maju dari langkah yang telah berjalan ke belakang


Manusia berlarian berkejar-kejaran

Mencari hal yang ia mau

Bagai berlomba menyantap mangsa 

Dari sekumpulan singa yang mencari rusa 


Batu terbilah dihantam penggeladah

Yang mencari penganan untuk hidupnya

Dibalik terjalnya penghasil rupiah


Dari satu kalimat kata terucap

Meyakinkan ribuan paragraf 

Yang menyatakan makna yang diselipkan

Bahkan bila itu perlu mengindahkannya

Bentuk koma terkadang menjadi pelengkap

Menghasilkan jeda pada intonasi yang ditautkan

Yang dirasakan







Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya