Direkt zum Hauptbereich

Dunia Tak Pernah Berubah

 


Apa kau tahu?

Apa perbedaan dunia dan bumi?

Tempat yang kau pijak sekarang ini

Dan kau tumbuh besar dan berkembang

Sampai tiba nanti ajalmu

Menyatu lagi tubuhmu yang kaku

Bersama tanah sebagai selimutnya

Kau sebut apa ini?

Duniakah atau hanya bumi?


Pikirku mendebat kedua kata ini

Awal mula kurasa dunia dan bumi

Hanyalah sinonim yang bermaknakan sama

Serta parafrasa yang kau tuliskan

Pada ceritamu dalam diari berwarna ungu itu


Satu waktu pernah kau katakan

Jika aku berubah

Dan kusebutkan kau jua berubah

Kita berada dalam keterasingan

Sebab asusmsi menyudutkan perasaan

Menyampingkan logika



Terhitung jutaan masa lamanya

Bumi terbentuk dari ledakan

Yang orang sebut begitu pada teorinya

Hingga adam lahir dan diturunkan ia

Sampai pada masa transformasi lima titik nol

Dengan segala ragamnya


Bumi mungkin berubah

Tapi tidak dengan dunia ini

Ia tetaplah sama

Berdiri tegak nan kokoh

Dengan tujuan dan takdirnya

Sampai takkan ada lagi yang kita sebut dunia ini

Mungkin begitu pertandanya

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya