Direkt zum Hauptbereich

Siapa Dia?

 

Lagi dan lagi

Waktu membawaku pada masa

Dimana pikir menggambarkan

Sesuatu yang menjadi pertanyaan

selama ini tentang siapa dia


Hanya satu yang aku yakini

Tuhan tak pernah membiarkanku sendiri

Dan aku lantas tak pernah berdoa padanya

Untuk menghilangkan kebuntuanku

Tapi aku percaya ia selalu menguatkanku


Dari setiap masa demi masa

Perjalanan yang harus aku tempuh

Entah kemana dan seberapa jauh lagi

Untuk menemukan ia

Yang dicari


Pertanyaanku sederhana

Siapa dia?

Dan dimana keberadaannya?

Apakah aku akan dapat petunjuknya?

Atau mungkin tidak sama sekali?


Sesuatu menggiringku pada opini

Percaya pada menjemput takdir

Untuk mencari dan mencari

Dan sesuatu lainnya berkata

Kau tak perlu mencari

Nanti ia kan kau temukan pada jalanmu

Hanya tentang waktu

Dan jalan yang kau pilih



Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya