Direkt zum Hauptbereich

Kamu dan Malam




Kamu adalah malam

Diam dan dingin itu kamu

Angin lebih rendah hatinya

Secara perlahan ia mendekap

Dan lalu menyapa

Meskipun dingin datang bersamaan

Tapi dinginnya itu bukan datang dari angin

Itu kamu

Yang membiarkan puisi puisi ini

Tertuliskan sampai ribuan kata

Berujung pada tak tau tuk apa dan mengapa

Apa kamu sama

Merindu bersama waktu

Tau ku pasti jawabmu

Tetap pada kata utama

Dan pura pura tidak tahu

Rindu kini hanya frasa yang terlalu hiperbola

Berlebihan saja

Tapi ini makna dan rasa yang sebernya

Tak lagi rekasaya

Kommentare