Direkt zum Hauptbereich

Yang Telah Hilang


Ia yang menghilang
Bersama kabut yang berbayang
Tampak angin menggiring awan
Menutup bayangnya malam
Mentari seolah tak ditunggu datangnya
Membiarkan malam seakan terus berdiam
Mendekap kekalutan imaji

Ia yang menghilang bersama malam
Pergi menjauh tanpa berbayang
Bulan yang terlihat sabit
Tampak murung dengan cahayanya
Membiarkan bintang membasahi bumi
Dengan cahaya putihnya

Ia yang menghilang
Seolah pergi mencari diri
Berlanjut untuk hidupnya dan
Pergi bertualang

Ia yang menghilang
Meninggalkan jejak tanpa bayang
Meninggalkan rasa untuk dibuang
Meninggalkan pikir yang tak mau untuk dikenang
Meninggalkan logika untuk membiarkan menghilang

Biarkan ia menghilang
Pergi jauh bersama bayang
Sampai satu hari waktu menunggu ia berhenti
Kembali pulang dari petualangannya
Kembali bersama bayang
Yang hadir untuk bersua
Bertegur

Menuduh sapa

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya