Direkt zum Hauptbereich

Hidup Dalam Cerita




Hidup itu karya sastra
Mengarang bebas dalam untaian kertas
Bercerita layaknya seorang pujangga

Kita berperan sebagai tokoh utama dalam cerita
Tidak menjadi seorang sutradara
Ataupun pengarangnya

Ceritanya tidak akan selalu berakhiran sama
Yang terkadang tidak selalu bahagia
Seperti putri cinderela
Yang menikah dengan anak raja
Yang bertahta juga berharta

Mungkin rasanya akan seperti secangkir kopi
Yang hitam nan pekat
Tanpa gula
Pahit memang

Meski hanya rasa sepat yang didapat
Bukankah kita menikmatinya
Dalam setiap kilauan kemilau cahaya mentari pagi
Berbalut lembaran koran-koran bekas
Yang terasa menyenangkan bila dibaca kata perkata

Dia, Tuhan
Hanya perlu kita untuk sentiasa duduk bersimpuh
Dengan hati yang luluh
Untuk selalu meminta
Dan berdoa
Pada helaian kalimat yang kita susun dalam sebuah rasa

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya