Direkt zum Hauptbereich

Surat Untuk Tuhan

 



Hi, Tuhan

Maafkan jika ku lancang

Aku hanya ingin menuliskan sepatah kata padaMu

Demi NamaMu yang Maha Suci


Tuhan,

Tanpa pernah sekalipun aku

meragukan kuasaMu atas apa yang kau kehendaki

di bumi ini

Hanya saja,

bolehkah aku bertanya tentang hidup ini?

Aku tak menemukan jawabannya

Sampai saat ini

Meskipun lembaran halaman buku kubaca

Dan setiap detiknya aku maknai

dengan hembusan yang kupikirkan tentang

apa hidup ini?


Tuhan,

Aku tahu, aku hanyalah manusia biasa saja

Aku kau ciptakan dari tanah,

namun diriku terlalu banyak api

menggulung semuanya dalam nafsu

Sehingga hariku hanya penuh dosa


Tuhan,

Kau pemilik hidup dan mati

Semua hanya sebuah misteri bagi kami

Namun tidak untukMu

Tanyaku sederhana

Mengapa tentang dua kata itu?

Apa yang ingin Kau selipkan pada roda ceritaku?

Sesampai aku berpikir menanyaiMu




Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya