Direkt zum Hauptbereich

Ruang Percakapan



Seringkali aku terlibat

Diantara percakapan-percakapan

Yang membawaku pada ruang

Dan dimensi dengan sebabnya

Yang kau sebutkan kontemplasi


Percakapan yang menuntutku

 Mengerumuni tanya

Dengan kata yang kumulai

Tentang mengartikan sebuah mengapa


Mengapa mempersempit ruang tanyaku

Dari pikir sederhana yang kurenungkan

Menganggap seolah semua mudah

Tetapi tanpa disangka

Sulit kiranya


Sebuah kalimat dengan ragam tanda

Bersamanya menjadi penghubung di ujungnya

Membuatku menyampaikan sebuah mengapa

Entah untuk berapa kalinya

Dalam dimensi ini

Yang telah kutegaskan


Tanyaku sering melibatkan Tuhan

Dengan prinsip eksistensi dan idealis

Bernama iman

Kita percaya ia

Percaya dalam kontradiksi

Darimu sebagai satu keraguan


Kalimatku tak pernah berubah

Selalu tentang tanya

Tanpa pernah ku menemukan celah

Untuk jawaban yang diinginkan

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya