Direkt zum Hauptbereich

Mencari Makna

 



Aku terbangun diantara pagi

Ketika mentari tengah mengadah

Meninggi bersama sinarnya

Memberi tanda


Jendela kaca terbuka

Membiarkan angin pagi

datang menghampiri

memberikan dingin di ruang kamar


Kata-kata yang kau sebutkan

menggenapkan sisa malam dan pagi

mendekat pada tumpukan pertanyaan

tentang pencarian


Nalar dangkal ini

mencoba menyusun makna

menjadi rangkai filosofis

dan sistematis


Sampai kita berada pada batas 

Menitikkan sebuah garis

dengan lengkungan dan panjang

tentang makna yang kau cari

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati