Direkt zum Hauptbereich

Kisah Pengembara

 




Ini adalah kisah

Tentang seseorang yang telah menemukan

Ceritanya sendiri

Selepas perjalanan panjang

Yang ia tempuh

Dan menelusuri ribuan pertanyaan

Yang mengaung dalam pikirnya

 

Setiap hari ia membuka jendela dengan senyuman

Berharap mentari menyapanya

Meskipun terkadang

Yang ia temukan hanya mendung

Tidak ada mentari pada paginya

 

Ia mendapati lelah dan kegelisahan

Pada jalan pencariannya

Yang ia sendiri pikir

Bahwa tidak akan pernah ada ujung

Sampai ia menemukan cahaya

Dibalik gelapnya rasa

Hampir ia terbujur kaku dengan putus asa

Dan penderitaanya

 

Hingga akhirnya

Dia menemukan hari

Yang tak pernah ia sangka-sangka

Perjalanannya telah terhenti

Pada titik tertentu

 

Ia menutup kisah dengan sendirinya

Dan ia menyangkal bahwa kisahnya telah berakhir

Kali ini ia tengah bersiap

Pada perjalanan

Dan pencarian lain

Sampai ia berhenti

Dan menutup akhir ceritanya

Untuk kisah yang baru

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Dengarlah, hanya itu yang sederhana

Sederhana saja ku hanya seorang penikmat diksi pada bait bait kata yang terkonotasi dengan bahasa yang terlarikkan pada satu intuisi yang berbunyi kata rindu pada setiap guratan baitnya mau kau dengarkan ini? Tak maupun tak apa Aku tak memaksa Hanya saja intuisi ini bernotasi kencang Selalu berujung dengan satu irama Walau tanpa satu kata yang kau bisa anggap nyata

Tentang Kini

  Lama ku tak bersama sore Menikmati waktunya yang sekejap Mengalunkan senandung lagu Bercerita tentang kini Tentang kini Rasa yang perlahan memudarkan tanya Dari aku yang telah memulai untuk Kembali lagi membuka rasa Meskipun ketidaktahuan Membersamai apa-apa yang telah menjadi kini Menapaki hari esok selanjutnya Dengan pengharapan Aku tak tahu jika nanti Patah tumbuh kan hilang berganti Membedakan hari-hari  Dengan rasa yang tak lagi menjadi kini Yang aku tahu Hanya ada rasa saat ini Telah berhenti tuk berpatri Dan sedang ku nikmati

Just alive

  Mungkin ada banyak lagi aksara yang tak terbaca Masih banyak lagi lukisan yang tak pernah terlihat Banyak lagi irama yang tak terdengar Dan banyak lagi cerita yang tak terungkap Dewasa hidup pada hari-harinya dengan berjalan memutar Berotasi pada detik waktu yang terus berporos Meninggikan matahari dan lalu Menutupnya dengan malam yang gelap Dewasa kini hidup dengan rutinitas Seolah menjadi perangkap yang tak berujung Mendebatkan sisi idealis dan realis Lalu memberinya ruang kenyataan Apakah kini sesulit ini untuk bercerita? Seolah tak ada ruang untuknya bersandar Dewasa kini bukanlah tentang seberapa jauh melangkah Namun, tentang seberapa kuat ia bertahan Nyatanya dewasa kini ialah tentang kerapuhan Mereka hanya berpura-pura terlihat tampak baik Meski beban dibelakangnya melampaui batasnya Dan sialnya ia harus tetap memikulnya